Minggu, 29 April 2012

Kampas Rem Yamaha, Beda Motor Satu Kode


 Kampas rem tebal, pakem juga awet 
Sebelumnya membahas soal perbedaan teromol di Yamaha Jupiter Z 2006 ke atas dengan lansiran awal. Kini, kita ulas kampas rem buat mengimbangi teromol yang sudah berdiameter besar itu. Tentunya, agar pengereman bisa sempurna dan tahan lama.

Sebenarnya Yamaha bikin kampas rem teromol dengan satu part number dan bisa digunakan buat beberapa jenis motor. “Kampas rem teromol yang memiliki part number 5MX-F530K-00 bisa digunakan di produk Yamaha yang memiliki diameter teromol besar. Misalnya, seperti Yamaha Jupiter keluaran 2006 ke atas,” jelas Slamet Pio, Instruktur Yamaha Engineering School (YES) dari Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Selain Jupiter 2006 ke atas, ada juga pacuan yang pakai kampas rem ini. Diantaranya; Yamaha Scorpio, Mio series, Vega ZR dan semua motor terbaru Yamaha lainnya. “Karakteristik kampas rem ini lebih tebal dibanding kampas lain. Sehingga banyak juga yang subtitusi,” Jelas Pio, sapaan akrabnya.

Scorpio lama, bisa juga menggunakan kampas rem ini. Tapi, ada beberapa penyesuaian agar bisa dipakai sempurna. Penyesuaiannya,  penggantian per teromol buat satukan 2 belah kampas rem teromol. Per, pakai milik Yamaha Nouvo biar sejajar ketika memegang kampas.

Sebelumnya ini, banyak juga yang aplikasi kampas rem belakang milik Yamaha RX-King. Kodenya, 5BP-F530K-00 dengan harga Rp 28 ribu.  Tapi, kampas ini lebih tipis ketimbang kampas rem Mio 5MX-F530K-00 yang dijual Rp 60 ribu.

Akibat dari penggunaan kampas yang tipis, part juga bisa cepat habis dan timbul bunyi. Jadi, sobat mau pilih yang awet tapi sedikit mahal atau yang murah cepat abis dan timbul bunyi?

Ritual Beli Karburator Keihin PE28 Seken, Cek Part Numbernya!

OTOMOTIFNET - Tak hanya jurus ganti sistem pengapian dari standar ke racing, yang dilakukan mekanik motor buat upgrade performa.
“Buat kuda besi yang mesinnya sudah dibore-up, butuh suplai bahan bakar yang lebih banyak. Makanya, dibutuhkan karburator berventuri lebih besar,” urai Joko Sutopo, mekanik bengkel Sinergi Motor di Depok, Jabar.

Salah satu tipe karburator yang banyak diusulkan pemakaianannya oleh mekanik adalah Keihin PE28 (gbr.1). Selain memang gampang didapat, pakai PE28 gampang jeting-nya.
“Pasalnya pilot dan main jetnya gampang didapat dan bila kemahalan beli orisinal, bisa melirik PE28 non orisinalnya,” urai mekanik yang banyak terima order upgrade performa motor balap dan harian ini.

Tertarik? Dengan kondisi banyak yang pakai, maka untuk mendapatkan karburator PE28 tergolong gampang. Bisa beli baru di toko-toko aksesori racing atau seken. “Buat yang rencananya beli seken, jangan asal beli saja. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan,” kata Joko yang memperkirakan harga bekas non orisinal karburator ini di kisaran Rp 350-400 ribu.

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Gbr 5
Pertama-tama pastikan fungsi dan kondisi fisik setelan angin dan gas bekerja dengan benar (gbr.2). Besutan bakalan susah langsam, bila bagian ini bermasalah. Selanjutnya cek lubang venturi (gbr.3), usahakan dapat yang standar dan belum direamer.

Bila sudah kelar cek and ricek bagian luar, selanjutnya tengok bangian dalam. Di sini yang perlu diperhatikan adalah kondisi skep (gbr.4). Bila sudah baret, maka bisa memicu naik turunnya skep enggak lancar.

Selanjutnya bagian rumah pilot dan main jet (gbr.5). Biasanya gonta-ganti part ukuran part tersebut, membuat ulir bautnya jadi dol. “Selain bagian rumah pilot dan main jet, perhatikan juga kondisi jarum pelampung. Bila bagian ini bermasalah maka akibatnya karburator sering banjir,” terang mekanik yang jago bikin noken as racing ini.

Paling bontot yang perlu diperhatikan buat menebus PE28 seken adalah melihat kondisi fisik part numbernya. Pastikan angka-angka part number karburator tersebut tercetak rapi. Bila kode-kode cetakannya sedikit kasar, maka PE28 yang ada di tangan Anda bisa jadi KW2. Bagian ini tentu menentukan harga jual.

Komparasi Karbu Keihin PE 28, Versi KW Sampai Sudco


 Keihin PE 28 Sudco. Mangkuk bisa dibuka kunci 17 untuk penggantian spuyer. Main-jet juga lebih panjang
Karburator Keihin PE 28 laris manis seperti kacang goreng. Dari mulai versi asli yang mahal sampai imitasi alias KW banyak yang menggunakannya. Bahkan yang KW banyak pilihannya.

Versi mahal seperti keluaran Sudco dibanderol Rp 1,4 juta. Sedangkan versi KW atau abal-abal hanya Rp 300 ribu. Bikin penasaran, apakah perbedaan terhadap performa motor cukup jauh? Untuk membuktikan itu, pinjam karbu Keihin Sudco 28 dan PE Thailand dari MC Racing. Satu lagi PE abal-abal dari toko lain. Maklum MC Racing tidak jual yang palsu.

Pengujian menggunakan Dynojet 250i milik Aero Speed di Jl. H. Nawi No. 74, Jakarta Selatan, telp. (021)7201190. Motor yang digunakan Yamaha Mio 150 cc spek matic race dengan klep 29/24 mm. CDI BRT busi Denso Iridium dan bensin Pertamax. Yuk diuji...

PE ABAL-ABAL
Karburator PE 28 KW ini memang mirip dengan versi Thailand. Warna bodi karbu abu tua dan tutupnya abu muda. Namun terlihat kurang halus dalam pengerjaan.

Ciri mencolok dari luar, tutup mangkuk karbu ada lubang untuk lewat slang napas. Spuyer tanpa ukuran dan jarum skep gendut. Skepnya mudah baret.

Dalam pengujian menggunakan pilot 45 dan main-jet 120. Dari rpm bawah memang normal. Namun begitu sampai 10.000 rpm, mesin tidak mau ditarik lagi. Bisa jadi karena suplai bensin kurang lantaran jarum yang terlalu gendut. Semburan bensinnya kurang.

Grafik power serta torsi juga berada paling bawah. Artinya akselerasi di bawah PE Thailand dan Sudco.

PE THAILAND
Keihin PE 28 versi Thailand cirinya bodi karbu abu tua dan tutup skep abu muda. Jarum skep sedikit lebih kurus dibanding PE aba-abal. Di pasaran kini langka. Dulunya dijual Rp 500 ribu, kini bisa 850 ribu.

Ukuran pilot-jet, bawaan karbu 42. Sedangkan main-jet 152. Untuk pengujian, sesuai kemauan mesin berdasarkan uji AFR (Air Fuel Ratio) di dinotes, pilot-jet dipasang 45 dan main-jet 120.

Dari grafik power dan torsi terlihat garis merah. Dari putaran bawah sampai 9.000 rpm garisnya berada di tengah atau di atas karbu palsu.

Akselerasi lebih mantap dibanding karbu KW. Dipastikan akan meninggalkan jauh versi KW. Apalagi versi KW di atasnya tidak bisa jalan.

 Grafik hasil pengujian. Garis biru PE KW, merah PE Thailand dan hijau PE Sudco
PE SUDCO
Keihin PE 28 Sudco bisa dikatakan racing banget dari tipe PE lainnya. “Dari brosur yang tertera di kardusnya tertulis off road use only,” jelas Miekeel, bos MC Racing di Jl. Kebon Jeruk IX, Kota, Jakarta Barat. Telepon (021) 62202361.

Cirinya berbeda dari Keihin Thailand atau KW. Di bodi karbu tertera tulisan Keihin yang besar. Tuas cuke menggunakan sistem tarik. Jarum skepnya paling kurus jika dibanding yang lain.

Di mangkuk karbu juga terdapat lubang untuk lewatnya slang napas. Perbedaan lain bodi karbu yang lebih terang dan tutupnya abu tua. Tuas untuk setelan langsam hitam dan lebih kecil.

Perbedaan mencolok di spuyer. Main-jet lebih panjang dibanding PE Thailand atau PE abal-abal. Sedangkan pilot-jet sama saja. Untuk penggantian spuyer tidak perlu bongkar mangkuk karbu. Cukup lepas tutup mangkuk pakai kunci 17.

Untuk keperluan pengujian, sesuai permintaan mesin, pilot-jet dipasangi 45 dan main-jet 120. Dari hasil running di dinotes, terlihat grafik warna hijau. Grafiknya paling atas.

Menandakan paling bagus dibanding yang lain. Dari putaran bawah sampai rpm 10.000 paling bagus. Mantap untuk akselerasi. Sesuai spek yang terlihat di brosur. Karakternya sesuai motor off road yang mementingkan power dan torsi di putaran bawah.